05 May 2006

Tiger Protection Units

Tiger Protection Unit adalah Team Perlindungan Harimau dan Habitatnya yang terdiri atas Polisi Hutan dan Masyarakat Tempatan yang memiliki ketrampilan khusus dan dilengkapi dengan peralatan yang cukup untuk menanggulangi perburuan dan perdagangan liar harimau sumatera di Kawasan Konservasi dan Kawasan Hutan Lainnya.

Tujuan pembentukan Tiger Protection Unit (TPU) adalah mewujudkan perlindungan harimau, satwa mangsa dan habitatnya secara efektif dan efisien yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Tugas Pokok

Melakukan pencegahan, penindakan dan penanganan kasus perburuan harimau sumatera dan mangsanya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Fungsi

  1. Pencegahan perburuan harimau sumatera, melalui kegiatan :
    Melakukan patroli rutin dan mendadak didalam kawasan dan diluar kawasan yang terencana dengan baik.
  2. Memberikan penyuluhan dan sosialisasi konservasi harimau sumatera kepada masyarakat di dalam dan di luar kawasan.
  3. Penghancuran perangkap-perangkap harimau, melalui kegiatan :
    Mencari, menemukan dan menidakan serta menghancurkan perangkap-perangkap harimau dan satwa mangsanya yang dipasang oleh pemburu liar di dalam kawasan konservasi dan sekitarnya.
  4. Menyelamatkan harimau sumatera yang terperangkap atau terjerat dengan cara yang sangat berhati-hati dan meminta bantuan kepada institusi yang berkepentingan secepat mungkin jika diperlukan.
    Melakukan survey habitat-habitat inti harimau sumatera dan penyebarannya.
  5. Pemantuan populasi dan habitat harimau, melalui kegiatan :
    Melakukan pencatatan dan melaporkan terjadinya perjumpaan satwa harimau dan mangsanya baik secara langsug maupun tidak langsung.
  6. Melakukan pencatatan dan melaporkan terjadinya perusakan atau aktifitas yang dapat menyebabkan penurunan kwalitas habitat harimau, seperti : kebakaran hutan, pembukaan lahan, perambahan dan penebangan liar serta aktifitas lainnya.
  7. Pengawasan dan Identifikasi Pemburu serta Pedagang Harimau, melalui kegiatan :
    Mencari informasi, mengenali dan mengawasi aktifitas pemburu liar serta jaringan pemburu liar melalui kegiatan investigasi dan intelejen.
  8. Mengembangkan jaringan informasi dan intelejen.
  9. Penindakan Terhadap Pelaku Tindak Pidana :
    • Menerima dan menyelidiki atas kebenaran laporan atau informasi terjadinya suatu tindak pidana bidang konservasi hayati di wilayah kerjanya.
    • Menangkap secara langsung pelaku tindak pidana perburuan dan perdagangan harimau dan satwa mangsanya serta pelaku perusak habitat jika tertangkap tangan.
    • Melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (pemotretan, pengukuran, penentuan koordinat lokasi TKP, pengambilan sampel dll) dan pengamanan barang bukti seperti : Senjata api, peluru, jerat, tombak, tongkat, gergaji, kampak dan lain-lain yang dapat menjelaskan tindak pidana tetal trjadi.
    • Meminta dukungan dan bantuan personil maupun logistik apabila kurang mampu dalam melakukan penangkapan maupun.
    • Melaporkan kepada Petugas yang berwenang (POLHUT, Penyidik PNS dan Penyidik POLRI) atas setiap tindak pidana khusunya bidang Konservasi Keanekaragaman Hayati yang dijumpai pada saat melakukan patroli maupun tugas lainnya.
    • Melaporkan, Membuat dan Menandatangani Laporan Kejadian atas setiap kasus Tindak Pidana Bidang Konservasi Hayati yang ditemui/dijumpai.
    • Melakukan Tindakan Awal atas kasus tindak pidana bidang Konservasi Hayati yang tertangkap tangan maupun yang belum tertangkap tangan.
    • Melakukan atau membantu penyidikan atas Kasus Tindak Pidana yang terjadi jika sudah cukup bukti.

Formulasi TPU :

Setiap Unit TPU terdiri atas 1 orang Polisi Hutan BKSDA/BTN/Dinas Kehutanan sebagai Kepala Unit dan 3-4 orang dari anggauta masyarakat dan LSM sebagai anggota Unit.

Jabatan Dalam Tiger Protection Unit

  1. Koordinator TPU
    Adalah Staff PKHS atau petugas yang ditunjuk untuk membuat rencana operasi dan kegiatan TPU serta mengkoordinasikan semua pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan kegiatan TPU bersama Kepala Balai/Dinas atau Pejabat yang bertanggung jawab dimana TPU beroperasi atau melakukan kegiatan.
  2. Ketua Unit TPU
    Adalah Polisi Hutan yang terseleksi dan mendapat penugasan penuh dari Atasan Langsungnya: Kepala Balai KSDA/TN dan Dinas Kehutanan. Bertanggung jawab atas kegiatan operasional TPU, secara teknis dia akan bekerja sesuai dengan prosedur/perintah teknis yang ditetapkan oleh Kepala Balai/Dinas yang bertanggungjawab diwilayah operasi mereka dan secara administrasi, keuangan dan pelaporan sesuai dengan instruksi dan peraturan Program Konservasi Harimau Sumatera.
    Memimpin TPU dalam melaksanakan kegiatan patroli, survey, pemantuan, investigasi, operasi dan kegiatan lainnya yang ditentukan oleh Koordinator TPU setelah berkonsultasi dengan Kepala Balai/Dinas.
  3. Anggota TPU
    Adalah anggauta masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat yang memenuhi persyaratan dan telah mengikuti pelatihan TPU.
    Bertugas membantu Institusi Departemen Kehutanan di Lapangan (Balai KSDA dan Balai TN) dalam pelaksanaan kegiatan patroli, survey, pemantuan, investigasi, operasi dan kegiatan lainnya secara bertanggungjawab dan bersemangat dibawah kendali Balai KSDA/TN setempat.
    Anggauta TPU berkewajiban melaporkan terjadinya tindak pidana bidang konservasi sumberdaya alam hayati kepada petugas yang berwenang, melakukan monitoring dan evaluasi serta melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan patroli, survey, pemantauan, investigasi dan kegiatan lain yang dillaksanakannya kepada Koordinator Project PKHS di Wilayah Kerja masing-masing.
  4. Informan
    Adalah seseorang, lembaga, badan hukum yang secara berkala, kontinu maupun situasional yang terikat dalam kontrak maupun tidak terikat kontrak yang bertugas maupun secara sukarela memberikan informasi positip dan negatip yang berkaitan dengan konservasi harimau sumatera dan perlu dilakukan tindak lanjut pembuktian maupun klarifikasi.

Peralatan dan Perlengkapan TPU

Untuk meningkatkan mobilitas dan kelancaran operasional di Lapangan, Tiger Protection Unit dilengkapi dengan sarana transportasi, komunikasi, peralatan navigasi, perlengkapan kamping dan peralatan lapangan lainnya.

Standarisasi Operasional

Standarisasi Kemampuan dan Pelatihan (photo2)

Standar Operasi Prosedur

  • Panduan Standar Penjagaan, Patroli dan Operasi Perlindungan Harimau
  • Dokumen Peraturan dan Perundang-undangan mengenai Harimau Sumatera
  • Protokol Penanganan Konflik Harimau dengan Masyarakat

Jumlah dan Penyebaran Tiger Protection Unit

Jumlah dan sebaran Tiger Protection Unit pada Program Konservasi Harimau Sumatera sampai dengan Tahun 2005 adalah sebagai berikut:

1. Di TN Way Kambas : 2 Unit TPU bekerjasama dengan RPU
2. Di TN Bukit Tigapuluh : 3 Unit Integrate Tiger Protection and Monitoring Unit
3. Di Dumai : 2 Unit Integrate Tiger Protection, Monitoring and Respont Unit

Beberapa Contoh Hasil Kerja TPU

TPU TN Way Kambas

  1. Tertangkapnya pelaku perburuan liar
  2. Laporan terjadinya penebangan liar
  3. Laporan terjadinya pengambilan ikan secara liar
  4. Laporan terjadinya kebakaran hutan secara dini
  5. Laporan terjadinya perambahan hutan
  6. Tertangkapnya pelaku penebangan liar
  7. Tertangkapnya pelaku pengambilan ikan secara liar
  8. Berhasi dimusnahkannya jerat dan perangkap satwa harimau dan badak
  9. Laporan pencurian hasil hutan non kayu

ITPMU TN Bukit Tigapuluh (English)

  1. Tertangkapnya jaringan perburuan dan perdagangan harimau
  2. Laporan dan informasi terjadinya penebangan liar
  3. Laporan terjadinya kebakaran hutan secara dini
  4. Berhasilnya dipadamkannya sumber api dan kebakaran dini
  5. Tertangkapnya pelaku illegal loging
  6. Berhasil dimusnahkannya jerat dan perangkap satwa harimau

ITPMRU Dumai (Kawasan Konservasi Harimau Sei Senepis (English))

  1. Melakukan penangkapan dan peliaran harimau penyebab konflik
  2. Terusir dan berhasil dihalaunya harimau penyebab konflik
  3. Terevakuasinya korban konflik harimau dengan baik
  4. Laporan dan informasi terjadinya penebangan liar
  5. Tertangkapnya pelaku penebangan liar

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home