13 April 2006

Meningkatnya Harapan Dalam Pelestarian Harimau Sumatera

Sebagaimana diketahui bersama bahwa menurunya populasi harimau sumatera di alam disebabkan oleh banyak faktor yang saling mempengaruhi dan terjadi secara simultan. Faktor-faktor penyebab tersebut diantaranya, adalah:

1) Menurunnya kwalitas dan kwantitas habitat harimau akibat konversi hutan, eksploitasi hutan, penebangan liar, perambahan hutan, kebakaran hutan dan lain-lain

2) Fragmentasi Habitat akibat Perencanaan Tata Guna Lahan dan penggunaan lahan dan hutan yang kurang memperhatikan aspek-aspek konservasi satwa liar khususnya harimau

3) Kematian harimau sumatera secara langsung untuk kepentingan ekonomi, estetika, hobby dan mempertahankan diri karena terjadinya konflik antara harimau dengan masyarakat

4) Penangkapan dan pemindahan harimau sumatera dari habitat alami ke lembaga konservasi eksitu karena adanya konflik

5) Menurunya populasi satwa mangsa harimau karena berpindah tempat maupun diburu oleh masyarakat.

6) Selain itu rendahnya penegakan hukum dan rendahnya unsur-unsur management konservasi harimau sumatera dan kesadaran masyarakat dalam konservasi alam telah mempercepat penurunan populasi harimau sumatera di habitatnya.

Program Konservasi Harimau Sumatera dalam Tahun 2005 telah berupaya melakukan pemetaan habitat alami harimau sumatera yang masih memungkinkan untuk dipertahankan dan diselamatkan sebagai habitat inti harimau sumatera di masa mendatang.

Di Pulau Sumatera terdapat Tujuh Blok Hutan dengan daya dukung habitat melebihi 100 individu harimau yang dalam management populasi disebut sebagai Populasi Sehat dan Independent, Empat Blok Hutan dengan daya dukung habitat 50-100 individu harimau yang disebut sebagai Populasi Sehat Dengan Pengelolaan, Delapan Blok Hutan dengan daya dukung habitat 25-50 individu yang disebut sebagai Populasi Yang Berpotensi Sehat Dengan Pengelolaan Intensip. Dengan mempertimbang kan Daya Dukung Habitat pada blok-blok hutan tersebut maka secara umum Daya Dukung Habitat Harimau Potensial di Pulau Sumatera diperkirakan mencapai 2.905 individu harimau sumatera.

Populasi Harimau Sumatera yang saat ini diperkirakan hanya 400-600 individu masih berada jauh di bawah Daya Dukung Habitatnya. Selain itu sebagian dari populasi harimau tersebut berada pada habitat yang daya dukung habitatnya kecil sehingga akan mempercepat kepunahan lokal.

Untuk mencegah kepunahan harimau secara total diperlukan tindakan pengelolaan harimau sumatera yang secara komprehensip dapat mengatasi persoalan konservasi. Program Konservasi Harimau Sumatera dalam melestarikan harimau sumatera diantaranya telah berupaya untuk melakukan dan memfasilitasi : Kegiatan penyelamatkan kantong-kantong habitat harimau sumatera yang berada di Dalam Kawasan Konservasi dan Diluar Kawasan Konservasi, Kegiatan perlindungan harimau sumatera, satwa mangsa dan habitatnya, Penegakan hukum dibidang wildlife crime yang melibatkan masyarakat, Penguatan Institusi dan SDM yang terkait dengan pelestarian harimau sumatera dan Membuat Protokol Penanganan Konflik antara harimau dengan masyarakat.

Persetujuan Menteri Kehutanan untuk menetapkan Hutan Produksi pada sebagian Kelompok Hutan Senepis-Buluhala seluas 106.081 ha di Kota Dumai Propinsi Riau sebagai Kawasan Konservasi Harimau Sumatera, merupakan dukungan yang besar dalam upaya melestarikan harimau sumatera.

Kegiatan Study Hight Conservation Value of Forest yang dilakukan oleh Program Konservasi Harimau Sumatera pada areal Hutan Produksi yang akan ditebang habis telah menyumbangkan sebagian habitat harimau sumatera yang esensial untuk diselamatkan.

Usulan Perluasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh dari 143.143 ha menjadi 296.219 ha untuk kepentingan konservasi bioekologi dan peningkatan perlindungan sistem penyangga kehidupan di Wilayah Propinsi Riau dan propinsi Jambi, akan menjadikan kawasan ini sebagai habitat harimau sumatera dengan populasi yang paling mantap dan independent.

Peningkatan Kwalitas Sumber Daya Manusia, Perlindungan Harimau Sumatera dan habitatnya serta Penguatan Kelembagaan dan Penegakan Hukum dilaksanakan dalam bentuk Penyelenggaraan Tiger Protection Training, Wildlife Protection Integrated Training, Pembentukan Tiger Protection Unit, Intensif Patroli Perlindungan Harimau dan Habitatnya serta Pengembangan jaringan dan kegiatan intelejen.

Dengan dibentuknya Tim Penanggulangan Perburuan Illegal Hariimau Sumatera dan Jenis-Jenis Satwa Liar Dilindungi Lainnya di Propinsi Riau dan Propinsi Jambi yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur Riau Nomor: Kpts.339/VII/2005 Tanggal 07 Juni 2005 dan Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 235 Tahun 2005 Tanggal 12 Juli 2005 telah memberikan dukungan yang besar dalam percepatan penyelesaian dan penanganan kasus tindak pidana bidang satwa liar.

Monitoring Program Konservasi Harimau Sumatera terhadap populasi harimau sumatera di TN Way Kambas, TN Bukit Tigapuluh, Kelompok Hutan Senepis Dumai, Kelompok Hutan Kampar di Propinsi Riau dan Pengalaman penanggulangan konflik antara harimau dengan masyarakat yang terjadi di Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir, kabupaten Pelalawan di Propinsi Riau dan Kota Padang dan Paya Kumbuh di Propinsi Sumatera Barat telah menyumbangkan informasi yang sangat berarti bagi perkembangan dan kemajuan konservasi harimau sumatera. Diantaranya adalah diperolehnya Data Ganbar Tiga Generasi Harimau Sumatera Di TN Way Kambas, dengan data : Tahun 1997 Upik - Tahun 1998 Anak Upik : Tessy, Mayang dan Gogon - Tahun 2004 Anak Mayang : Nick dan Emy

Seiring dengan meningkatnya kesadaran Aparatur Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Pengusaha Pengelola Hutan dan Sumber Daya Alam, serta Masyarakat terhadap upaya konservasi harimau sumatera telah pula meningkatkan harapan dalam melestarikan harimau sumatera dihabitatnya.


Waldemar Hasiholan Sinaga

Program Konservasi Harimau Sumatera

Kerjasama antara Departemen Kehutanan dengan
The Tiger Foundation dan Sumatran Tiger Trust

1 Comments:

Anonymous Lare Junbo said...

wah..kasian sekali populasi harimau sumatera mulai menurun...
semoga ada langkah bagus utk menyelamatkan harimau sumatera

29/9/11 11:49  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home